Cara Menentukan Kualitas Daging Ayam Yang Baik

Sebelum seseorang memastikan untuk membeli sesuatu, apapun itu, tentu akan meneliti terlebih dahulu mutu daging ayam tersebut. Tak terkecuali didalam perihal minuman atau bahan makanan. Memperhatikan dan menyaksikan tanggal kedaluarsa adalah perihal yang paling enteng untuk mengerti apakah makanan atau minuman yang akan kami konsumsi tetap layak atau tidak. Lantas bagaimana dengan bahan makanan yang tidak mempunyai atau tidak tertulis tanggal kedaluarsanya seperti daging hasil ternak ayam?

kami juga menjual Telur Ayam

Mengetahui suasana dan mutu apakah daging hasil ternak ayam yang dijual di pasaran baik, segar, dan layak konsumsi bisa diamati dari berbagai aspek. Beberapa indikator baik atau tidaknya mutu daging ayam yang diedarkan di pasaran adalah dengan menyaksikan bau atau aroma daging, penampakan fisiknya (kulit ayam, anggota kepala, anggota leher), serta penampilan didalam daging ayam.

Untuk mengerti mutu daging hasil ternak ayam sesungguhnya bukanlah perihal yang susah seandainya Anda sudah mengerti dasar apa saja yang wajib diperhatikan. Menilai mutu daging hasil ternak ayam bisa dikerjakan dengan mata telanjang dan tergolong mudah. Daging hasil ternak ayam yang diedarkan di pasaran tidak sepenuhnya mempunyai mutu yang baik. Untuk itu, costumer haruslah lebih waspada dan detil didalam menilai kualitasnya.

Sebagian orang menentukan untuk membeli ayam yang sudah dipotong-potong. Selain lebih praktis, ayam jadi lebih enteng untuk dimasak. Namun, menu spesifik seperti ayam kodok, ayam panggang ingkung, atau ayam rotisserie memerlukan ayam utuh.

Untuk menentukan karkas ayam utuh, ada tips-tips yang wajib anda perhatikan. Jika jeli, anda bisa mendapatkan karkas segar yang bebas dari bahan pengawet seperti formalin. Selain itu, karkas yang baik haruslah hasil sembelih, bukan mati karena tak wajar atau penyakit.

1. Perhatikan warna ayam

Karkas ayam utuh yang bagus mempunyai warna putih dengan semburat merah muda. Hindari ayam yang berwarna pucat sampai kebiruan. Hindari pula ayam yang warnanya mengilap karena bisa jadi diberi formalin.

2. Rasakan tekstur kulit ayam

Cara mengetes ayam yang tidak berformalin atau punya kandungan bahan kimia lainnya adalah dengan menyentuh dan mengusap sedikit kulitnya. Perhatikan apakah ada tekstur bertepung atau berpasir. Jika mendapatkan ayam dengan tekstur seperti ini, sebaiknya anda tidak membelinya karena bermakna ayam diberi bahan kimia. Tekstur bertepung itu adalah sisa-sisa bahan kimia yang tidak terbilas. Tapi kamu gak usah khawatir, kami Jual Ayam Broiler yang bagus dan aman.

3. Ada tidaknya lalat yang hinggap

Lalat sesungguhnya binatang yang dihindari karena mempunyai bibit penyakit. Namun, soal ini, lalat justru bisa jadi indikator yang baik. Jika anda membeli ayam utuh di pasar, memperhatikan apakah ada lalat yang hinggap pada ayam. Jika tidak ada, justru anda wajib ragu karena ayam bisa jadi punya kandungan bahan kimia.

4. Lihat kemasan ayam

Jika anda membeli ayam utuh di supermarket, memperhatikan bungkusnya. Pilih ayam utuh yang bungkusnya tetap utuh dan rapi. Bungkus ayam yang sobek tidak berfungsi sempurna menjaga ayam dengan baik. Sehingga debu bahkan kuman bisa saja sudah bersarang di dalamnya.

5. Hirup bau ayam

Ayam utuh mempunyai bau khas daging segar dan tidak akan menimbulkan bau anyir yang menyengat. Jika mencium ayam dengan bau seperti amis, sebaiknya anda menghindarinya. Ayam bisa jadi sudah lama dijual, kualitasnya menurun, dan nyaris busuk. Hindari terhitung ayam berbau bahan kimia, yang bermakna ayam sudah dicuci atau direndam dengannya.

6. Tekan daging ayam

Ayam yang tetap segar bertekstur elastis. Untuk mengetesnya, tekan daging ayam utuh yang akan anda beli. Jika bekas tekanan segera kembali ke wujud semula, maka berarti ayam tetap segar. Sebaliknya, terkecuali ayam ditekan, bekasnya lama atau tidak kunjung kembali, bermakna karkas ayam sudah lumayan lama. Bisa jadi ayam sudah berulang kali lewat sistem pembekuan (penyimpanan). Sehingga sel dagingnya sudah rusak dan tidak elastis.

7. Keluarnya darah atau cairan ayam

Anda terhitung wajib menghindari karkas ayam yang mengeluarkan darah atau cairan. Ayam yang selnya sudah rusak karena sangat kerap dibekukan dan dicairkan terhitung enteng mengeluarkan darah/cairan.

Nah, itulah hal-hal yang wajib diperhatikan terkecuali dambakan menentukan karkas ayam utuh. Yuk, menentukan ayam dengan lebih seksama dan hati-hati. Dengan begitu, hidangan anda bisa jadi lebih aman dan menyehatkan. Selamat berbelanja.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *