Bunga Duka Cita

Etika Dalam Memberikan Bunga Duka Cita

Banyak cara untuk mengungkapkan kesedihan. Salah satunya dengan bunga. Untuk menyampaikan perasaan sedih, bunga bisa menjadi pilihan yang tepat dan tidak berlebihan.

Tetapi, tahukah Anda ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan ketika kita mengirim bunga ke kerabat kita yang berduka? Untuk mengirim Bunga Duka Cita, ada beberapa etika memberi bunga yang harus dipertimbangkan agar tidak menjadi kesalahpahaman atau ketidaksesuaian, termasuk:

Kirim Bunga Duka, Bukan Bunga Pemakaman
Etika pertama yang memberi bunga adalah mengirim bunga duka, bukan bunga duka. Harap dicatat bahwa ada perbedaan antara bunga yang dikirim sebagai bentuk kesedihan dan bunga untuk pemakaman. Bunga kesedihan memiliki warna dan kisaran yang lebih terang, berbeda dengan bunga pemakaman, bunga yang dirancang untuk penguburan warna dan desainnya akan menghadirkan kombinasi warna yang lebih berani, ini dilambangkan untuk memperingati kehidupan mereka yang mati.

Baca juga: Toko Bunga Papan Palembang

Selain itu, mengirim bunga berkabung setelah pemakaman adalah pilihan yang tepat, terutama jika mereka yang berkabung adalah teman dekat Anda. Ini mungkin jika mereka tahu bahwa Anda mengirim bunga kesedihan dan mereka tahu bahwa Anda peduli dengan kesedihan yang mereka alami.

Beri buket berisi bunga potong yang masih segar dengan perpaduan warna yang biasa diberikan.

Bunga segar adalah pilihan yang tepat dan paling populer untuk dikirim sebagai bunga kesedihan. Selain memberikan aroma segar, bunga ini nantinya bisa diletakkan di area sekitar rumah duka. Adapun bunga yang biasa dikirim sebagai bunga kesedihan adalah bunga lili, mawar putih segar, anggrek, dan irlandia. Bunga dengan padanan putih seperti bunga lili sering dipilih untuk karangan karena mereka memiliki makna kemurnian, kedamaian dan cinta.

Bagaimana Etika Dalam Membarikan Bunga Duka Cita?

Etika Memberi Bunga dalam Agama

Selain memperhatikan warna dan jenis bunga yang akan kami kirimkan kepada kerabat yang berduka, etika mengirim bunga dalam agama juga harus dipertimbangkan. Kebanyakan agama menganggap itu biasa bagi keluarga, teman, dan kolega untuk mengirim bunga kesedihan kepada saudara / kolega mereka yang berduka karena bunga itu adalah tanda kehadiran dan kepedulian terhadap orang yang ditinggalkan.

Tetapi ada agama-agama tertentu yang bertentangan dengan pemberian bunga yang berkabung, seperti mereka yang memeluk Yudaisme memberikan pengaturan bunga berarti bahwa itu juga telah membunuh kehidupan tanaman (memutuskan kehidupan lain).

Berbeda dengan agama Yunani Ortodoks. Mereka akan menghargai semua jenis bunga dan bunga putih yang mekar akan menjadi bunga favorit untuk bunga kesedihan. Baik dalam agama Katolik maupun Protestan, semua jenis bunga umumnya diberikan. Sedangkan bagi umat Islam, memberikan bunga yang menarik juga merupakan hal yang umum selama rangkaian bunga terdiri dari kombinasi bunga yang sederhana.

Apapun agama almarhum almarhum dan keluarga tertinggal, bertanya sebelum mengirim bunga adalah hal paling bijaksana untuk dilakukan untuk menghindari kesalahan. Jika memang tidak mungkin mengirim bunga, Anda dapat memilih opsi lain seperti mengirim donasi kesedihan sebagai pengganti bunga duka.

Perhatikan jarak kedekatan Anda dengan keluarga yang telah meninggal dan ditinggalkan

Jenis buket yang akan Anda berikan kepada keluarga yang berduka juga harus diperhitungkan. Bunga yang diberikan oleh kerabat dekat seperti orang tua, saudara kandung, dan anak-anak akan ditempatkan di tempat-tempat prioritas yaitu di dekat tubuh almarhum dan di dekat peti mati dan di sekitar kuburan. Adapun Bunga Duka Cita yang diberikan oleh paman, bibi dan keluarga lainnya akan ditempatkan di sekitar rumah duka dan pemakaman.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *