Mengapa Seragam Sekolah Indonesia Berwarna Putih Merah, Biru Dan Abu-Abu?

Mengenai seragam sekolah Indonesia ini, tak jarang ada sebagian satu orang yang bosan dengan jenis seragam sekolah di Negara ini.

Pasalnya, kecuali memandang seragam Negara lain, seumpama Jepang atau Korea Selatan, mereka miliki seragam sekolah dengan jenis unik dan warna yang modis.


Tapi, tahukah Anda bahwa seragam sekolah di Negara kami ini miliki histori panjang dan filosofi yang mendalam? Ya, barangkali ini dapat mengubah persepsi sebagian satu} orang yang menilai sebelah mata seragam sekolah Indonesia.

Dilansir vebma.com, Seragam sekolah sendiri mulanya diberlakukan di Inggris terhadap abad ke-16. Saat itu seragam sekolah lebih memusatkan tujuan terhadap pembedaan status sosial gara-gara sekolah yang pertama kali menerapkan seragam sekolah bukanlah sekolah elite melainkan sekolah untuk rakyat tidak cukup mampu.

Sekolah selanjutnya bernama sekolah Desa Steen’s Dutch yang terasa beroperasi terhadap th. 1665. Tujuan dari penerapan seram sekolah saat itu ialah untuk membedakan siswa yang tidak mampu membayar duit sekolah di sekolah lazim yang berbayar tersebut.

Hal ini terus berlanjut di mana sekolah-sekolah semakin bertambah banyak dan semakin berlomba-lomba untuk menerapkan seragam sekolah paling baik semampu mereka, hingga terhadap th. 1960-an terasa terjadi pergeseran dapat arti penerapan seragam sekolah. Kini seragam sekolah dipercaya mampu menghilangkan perbedaan status sosial pada yang kaya dan miskin. Anda juga bisa lho menggunakn Seragam Sekolah

Di Indonesia dikenal 3 tingkatan sekolah yang harus diikuti yakni Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Ketiga tingkatan sekolah ini miliki warna seragam yang tersendiri kendati mulanya siswa bersekolah menggunakan busana bebas dan lantas beralih yakni putih merah untuk SD, putih biru untuk SMP dan putih abu-abu untuk SMA. Perbedaan warna inilah yang menjadi identitas siswa. Ketiga warna selanjutnya digunakan oleh seluruh sekolah di Indonesia baik negeri maupun swasta kendati negeri lebih kerap menggunakannya.

1. Seragam Putih Merah
Warna merah mengartikan pembawaan yang penuh hasrat. Seragam putih merah dikehendaki mampu mendorong kekuatan anak untuk bersekolah dan juga dikehendaki miliki kemauan yang tinggi untuk terus belajar.

2. Seragam Putih Biru
Warna biru melambangkan rasa percaya diri. Siswa SMP dikehendaki mampu beradaptasi dengan lingkungannya baik komunikasi dengan teman-temannya maupun gurunya. Saat berkomunikasi diperlukan rasa percaya diri agar warna ini dipilih menjadi seragam nasional untuk tingkat SMP di Indonesia.

3. Seragam Putih Abu-Abu
Awalnya putih abu-abu adalah warna seragam yang digunakan untuk tingkat SMP hingga terhadap th. 1982 terjadi penyeragaman seragam sekolah saat SK Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah nomer 52 terhadap tanggal 17 Maret 1982, di mana SK inilah yang sesuaikan ketiga warna seragam tersebut. Warna seragam ditentukan oleh Direktur Bagian Kesiswaan yakni Idik Sulaeman yang termasuk sebagai pencetus paskibraka dan OSIS.

Warna abu-abu sendiri miliki arti labil gara-gara siswa yang sedang duduk di bangku SMA adalah siswa yang sedang berada terhadap masa peralihan dari remaja menuju dewasa. Akan namun seragam ini termasuk melambangkan ada harapan bagi siswa SMA untuk segera berpikir dewasa dan juga bertingkah lebih dewasa lagi. Bukan cuma itu itu, warna abu-abu termasuk melambangkan rasa tenang di mana dikehendaki siswa SMA mampu lebih tenang dan berkonsentrasi di dalam belajar.

Seperti yang kami tau, di bermacam negara lain pelajar nggak harus menggunakan seragam sekolah apalagi ada sekolah yang nggak miliki keputusan menggunakan seragam ke sekolah. Tapi tau nggak Pop Patriotics, Indonesia pun sesungguhnya dulu menerapkan busana bebas ke sekolah, namun itu pas zaman dulu banget. Tepatnya pas zaman Indonesia tetap dikuasai kolonial Belanda. Jikia anda kesusahan dlam mencari seragam sekolah, hubungi Seragam SD

Pemakaian seragam di Indonesia sendiri terasa diterapkan saat Jepang duduki tanah air. Tapi saat itu belum ditetapkan corak warnanya membuat setiap jenjang pendidikan. Negara Jepang yang sarat banget mirip militeristik inilah yang membawa nilai disiplin tinggi membuat penduduk Indonesia termasuk para pelajarnya.Setelah Indonesia sukses memerdekakan diri dari penjajah dan Jepang pun telah angkat kaki dari tanah air, budaya seragam sekolah ini tetap terus diterapkan hingga sekarang.

Karena telah menjadi kebiasaan, selanjutnya pas masa pemerintahan Presiden Soeharto, tepatnya terhadap 17 Maret 1982, turunlah Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah yang isinya mengenai pemanfaatan seragam sekolah membuat para siswa. Surat Keputusan selanjutnya nggak cuma memuat soal penyeragaman busana sekolah, namun termasuk sekalian ngatur corak warna yang berlaku membuat tiap tingkatan sekolah. Konon katanya keputusan pemanfaatan seragam sekolah sesungguhnya termasuk dibikin untuk menutupi kesenjangan sosial di pada siswa-siswa, Guys.

Mau tau siapa pencetus inspirasi corak warna dan keputusan pemanfaatan seragam sekolah ini? Beliau adalah Idik Sulaeman yang saat itu menjabat sebagai Direktur Pembinaan dan Kesiswaan di Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah periode 1979-1983. Idik yang merupakan alumni Pendidikan Seni Rupa Institut Teknologi Bandung ini termasuk merupakan pembuat simbol OSIS dan Paskibraka, lho! Tapi pemilihan warna di seragam sekolah ini bukan tanpa arti, Guys. Buat siswa SD, seragam hem putih dengan bawahan merah melambangkan kekuatan dan keberanian membuat siswa untuk belajar.

Corak biru di seragam SMP melambangkan komunikasi dan rasa percaya diri gara-gara terhadap masa-masa SMP ini siswa SMP sedang di dalam masa pengembangan keyakinan diri.

Sedangkan corak warna abu di seragam SMA maksudnya rela membuktikan kedewasaan dan ketenangan diri.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *