Tat Cara Ibadah Haji

Haji ke Baitullah merupakan keliru satu ritus keagamaan bagi pemilik agama-agama samawi. Ia udah dilaksanakan aktivitas ibadah tawaf di baitullah, rangkaian dari tawaf adalah berputar mengitari baitullah sebanyak tujuh kali putaran di lanjutkan sholat sunnah thoaf sebanyak dua rakaat di belakang maqom ibrahim. Tawaf di menjadi dari hajar aswad bersama mengecup atau mengusap atau isyarah sambil membaca takbir ( allahu akbar / bismillah allahu akbar ) lalu berputar kearah kanan menuju rukun yaman bersama membaca doa : Subhanallah walhamdulillah walaailahaillalloh wallohu akbar walahaula wala quwwata illa billah.
setelah sampai di rukun yaman ( pojok ka’bah yang mengarah ke yaman ) sambil membaca takbir lalu terjadi menuju hajar aswad bersama membaca doa :
Allohumma inni asalukal afwa walafiata fiddunya wal akhiroh robbana atina fiddunya hasanah wafil akhiroti hasanah waqina adzabannar.
Pekerjaan atau amalan ini di lakukan sebanyak tujuh kali putaran berakhir dia hajar aswad, setelah selesai lalu menuju belakang maqom ibrohim untuk melakukan sholat sunnah thoaf dua rokaat, dan sebelum saat sholat membaca :
اعوذ بالله من الشيطان الرجيم – بسم الله الرحمن الرحيم – واتخذوا من مقام إبراهيم مصلى
Pada rokaat pertama sunnahnya membaca surat alkafirun dan rokaat ke dua sunnahnya membaca surat al-ikhlash. setelah sholat bebas membaca doa yang di kehendaki.

Perlu di ingat bahwa orang yang mengerjakan thowaf wajib didalam keadaan suci dan punyai wudhu bila di tengah pekerjaan thowafnya batal maka putaran yang udah di lakukan tetap di hitung dan setelah wudhu meningkatkan kekurangan hitungan putaran thowafnya dan di menjadi dari dia batal atau mungkin terdesak agar terlempar/berhenti jauh dari posisi sebenarnya, demikian juga saat terputus bersama sholat wajib.
Ibadah Umrah
Ibadah umrah adalah berkunjung ke ka’bah untuk melakukan thowaf, sai sofa marwah dan di akhiri bersama cukur gundul / menggunting rambut kemudian lukar.
Penjelasan praktik umrah
1. Mandi layaknya mandi jinabat
2. Berpakaian ihrom
3. Sholat dua rokaat di miqot
4. Membaca niat umrah, semisal : لَبَّيْكَ اللهَ عُمْرَةً
5. Membaca talbiah menjadi dari miqot sampai hajar aswad ( didalam perjalanan menuju masjidil harom ) لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ
6. Melaksanakan tawaf di baitullah di lanjutkan sholat sunnah thowaf dua rokaat di belakang maqom ibrohim.
7. lakukan sai sofa marwah
Sebelum menuju bukit sofa di sunahkan mengecup / mengusap / isyaraoh terhadap hajar aswad, dan saat akan naik bukit shofa membaca :
اعوذ بالله من الشسطان الرجيم – بسم الله الرحمن الرحيم – إن الصفا والمروة من شعائر الله
Di atas bukit berdiri menghadap baitullah dan berdoa :
الله اكبر الله اكبر، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ
Artinya : (Tiada Tuhan yang berhak disembah tidak cuman Allah, Yang Maha Esa, Tiada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan yang ber-hak disembah tidak cuman Allah Yang Maha Esa, yang melakukan janjiNya, mem-bela hambaNya (Muhammad) dan menga-lahkan golongan musuh sendirian.)
Di ucapkan tiga kali dan boleh ditambah doa-doa lain.
Kemudian turun dari bukit sofa menuju bukit marwah. Ketika sampai di area bekas banjir lari kecil / ngincik sambil berdoa : رب اغفرلي وارحم ( وأنك ) الاعز الاكرم
8. Di bukit shofa mengerjakan layaknya yang di lakukan di bukit sofa.
Perjalanan dari bukit shofa sampai bukit marwah di hitung satu kali, demikian pula dari bukit marwah ke bukit sofa di hitung satu kali, begitu selanjutnya sampai tujuh kali, berarti hitungan ketujuh berakhir di bukit marwah.
9. Cukur gundul / menggunting rambut kemudian lukar.

Haji Tamattu
haji tamattu adalah haji yang pelaksanaan umrahnya di lakukan dalan bulan haji secara terpisah dari pekerjaan hajinya ( setelah lukar dari umrah sebelum saat ihram haji, boleh bersenang-senang layaknya kenakan minyak wangi, menggauli istri ). wajib di ingat bagi orang yang mengerjakan haji tamattu berkewajiban membayar dam berupa unta / sapi / kambing atau berpuasa sepuluh ( 10 ) hari, tiga hari berturut-turut di kala haji dan tujuh hari berturut-turut saat setelah pulang kerumah.
Tata Cara Pelaksanaan Haji Tamattu
Tata Cara Pelaksanaan Haji Tamattu meliputi perkerjaan-pekerjaan sebagai selanjutnya :
1. lakukan umrah didalam bulan haji lalu lukar, adapun prakteknya layaknya didalam bab umrah dan tawaf
2. Pada hari tarwiyah ( tanggal 8 dzul hijjah ) mengerjakan haji di menjadi bersama :
a. mandi layaknya mandi jinabat
b. kenakan busana ihram
c. shalat sunah dua rakaat di pondokannya/hotelnya masing-masing
d. membaca niat haji semisal : لبيك الله اللهم حجا
3. Berangkat menuju arafah untuk mengerjakan wukuf terhadap tanggal sembilan ( 9 ) dzul hijjah
4. bermalam di muzdalifah terhadap malam tanggal 10 dzul hijjah
5. melempar jumrah aqabah terhadap tanggal 10 dzul hijjah kala dhuha dilanjutkan menyembelih, cukur dan lukar
6. mengerjakan tawaf ifadah dilanjutkan sai safa marwah
7. terhadap malam tanggal 11 sampai 13 dzul hijjah bermalam di mina dan siang harinya melempar jumrah ula, wustho dan aqabah adapun waktunya setelah tergelincirnya matahari sampai sebelum saat terbenamnya matahari. Bagi yang nafar awal ( pulang lebih awal ) pekerjaan mabit ( bermalam ) dan melempar tiga jumrah itu cukup sampai tanggal 12 dzul hijjah, dan sebelum saat matahari terbenam udah wajib meninggalkan mina
8. sebelum saat pulang mengerjakan tawaf wada
|ditunaikan} oleh para nabi sebelum saat nabi Muhammad, karena haji merupakan ibadah pokok bagi para nabi. Akan tapi tata cara pelaksanaan haji antara satu nabi bersama nabi lainnya terkandung perbedaan. Hal itu disebabkan oleh keberagaman keadaan umat manusia dan lingkungan yang tersedia terhadap jamannya.

Pelaksanaan haji terhadap era nabi Adam tentunya sangatlah sederhana. Dikatakan saat itu nabi Adam dibimbing oleh malaikat, baik tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji maupun ucapan doanya. Dalam buku Histiografi Haji Indonesia yang tulis oleh M Shaleh Putuhena disebutkan , bahwa nabi Adam melakukan ibadah haji bersama cara thawaf sebanyak tujuh putaran, kemudian dilanjutkan bersama sholat dua rakaat di depan pintu kabah dan diakhiri bersama berdoaa di pintu multazam. Beberapa nabi lainnya layaknya Nuh, Hud, Shaleh, dan Syu’aib dikabarkan juga pernah melakukan haji ke Baitullah.

Berbeda bersama nabi Adam, pelaksanaan haji yang dijalankan oleh nabi Ibrahim mempunyai manasik (tata cara) yang terurai, khususnya tentang bersama area dan kegiatan. Beberapa diantara manasik selanjutnya tentang bersama histori hidup keluarga nabi Ibrahim. Ibadah haji yang dijalankan oleh nabi Ibrahim di awali bersama thawaf, terhadap tiap tiap putaran mereka mengusap rukn (sudut ka’bah). Setelah itu mereka melakukan shalat dibalik maqam Ibrahim dan kemudian melakukan sai antara bukit Shafa dan Marwah. Disusul petunjuk dari malaikat Jibril, mereka berangkat ke Mina untuk melempar jumrah dan dilanjutkan bersama kunjungan ke Arafah.

Menurut M. Quraish Shihab didalam karyanya “Haji dan Umrah” menyebutkan bahwa di area itulah Allah memerintahkan kepada Ibrahim untuk menyeru manusia melakukan ibadah haji. Setelah dari Arafah, berlanjut terhadap penyembelihan hewan kurban dan bercukur. Hal ini tentu saja mamperlihatkan perkembangan yang penting bila dibanding bersama pelaksanaan haji terhadap era nabi Adam. Akan tetapi, tidak tersedia informasi yang menyadari tentang kala pelaksanaan haji, baik terhadap era nabi Adam maupun era nabi Ibrahim .

Setelah melakukan ibadah haji, nabi Ibrahim ulang ke Syam dan meninggalkan nabi Ismail di Makkah. Saat itu nabi Ismail udah dewasa agar udah bisa menukar tugas ayahnya untuk mengemban amanah dan dakwah terhadap agama yang lurus. Setelah nabi Ismail wafat, yang bertanggungjawab mengemban kabah adalah putranya yang bernama Nabit.

Akan tapi setelah itu makkah dan ka’bah diambil alih oleh kabilah Jurhum karena terhadap kala itu Makkah dan ka’bah tersedia di bawah kekuasaan mereka. Akan tapi kabilah Jurhum justru melakukan kekejian dan berbuat jahat terhadap jamaah haji serta sering mengambil alih harta milik ka’bah, oleh karena itu kabilah Khuza’ah merebut kekuasaan atas Makkah dan ka’bah.

Setelah itu, kabilah Khuza’ah berkuasa atas kabah tidak cukup lebih lima abad, dan selama itu mereka pun membuat banyak kesesatan diantaranya adalah menghidupkan tradisi menyembah berhala di kira-kira ka’bah. Setelah kekuasaan kabilah Khuza’ah berakhir, kemudian kabilah Quraisy terlihat dan sukses menyatukan kekuatan, mereka mengambil alih alih kekuasaan atas Makkah dan ka’bah.

Perpindahan kekuasaan atas makkah dan kabah terhadap satu kabilah kepada kabilah yang lain, kemudian menjadikan ritual ibadah haji selanjutnya menjadi melenceng dari ibadah aslinya. Sedang mereka melakukan perihal selanjutnya mengaku sebagai wujud pengagungan mereka terhadap ka’bah dan mengklaim bahwa perihal selanjutnya adalah juga ajaran nabi Ibrahim didalam praktik haji.

Sedang pelaksanaan ibadah haji nabi Muhammad, menurut jumhur ulama perintah tentang kewajiban haji bagi nabi Muhammad dan umatnya udah diterima terhadap 6 H./628 M., akan tapi karena tersedia sesuatu rintangan dan alasan khusus nabi Muhammad melakukan haji terhadap th. 10 H.

Sebelum melakukan ibadah haji, nabi Muhammad udah {beberapa|sebagian|lebih dari satu} kali melakukan ibadah umroh, dan kemudian nabi Muhammad melakukan ibadah haji salah satu yang dijalankan olehnya setelah diutus Allah sebagai Rasul. Haji ini disebut bersama berbagai nama, diantaranya: Haji Wada‘ , Hajjat al-Islam , Hajjat al-Balagh , Hajjat al-Tamam . Nabi Muhammad melakukan haji ini berdasarkan manasik yang ditetapkan oleh Allah. Sebagian besar area dan aktivitas yang terkandung didalam manasik nabi Muhammad adalah serupa bersama manasik haji nabi Ibrahim.

Artikel Terkait
Badal Haji & Travel Haji Umrah

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *